Om Siwa Buddhaya Namah,
" Dikala daku tertimpa derita, daku teringat ajaran Sang Buddha, Guru Sang Buddha mengajarkan kita, semesta alam diliputi suka duka.
Sedih dan girang, hina dan mulia, untung dan rugi, miskin serta kaya, dipuji-puji maupun dicela, demikianlah segi-segi kehidupan.
Marilah kita, wahai kawan-kawan, apa yang datang, disesalkan jangan, itulah hasil perbuatan kita, karma namanya harus kita menerima ".
Sebuah syair lagu yang bertutur tentang karma, yaitu resiko hidup yang mau tak mau harus kita terima dengan lapang dada. Kita sebagai manusia dengan kemampuan yang amat terbatas, telah melupakan perbuatan-perbuatan dimasa silam, dalam kehidupan-kehidupan kita terdahulu, namun hukum karma terus berjalan, bagaikan roda pedati yang terus mengikuti jejak kaki lembu yang menariknya.
Kemarin, aku menyaksikan sendiri, betapa sedih dan terpukulnya hati seorang Bapak, disaat melepas kepergian anak laki-laki satu-satunya, yang merupakan tumpuan keluarga. Diusianya yang sudah senja, dimana badannya sudah mulai lemah dan sakit-sakitan, tiba-tiba kehilangan tempat bersandar, tempat menggantungkan harapan.
Aku tidak habis pikir, kenapa Bapak yang kuketahui begitu baik, penuh kasih sayang dan perhatian terhadap sesama, mengalami nasib yang begitu buruk. Kecuali aku kembalikan pada Ajaran Dharma, yaitu Hukum Karma, maka semua pertanyaan itu akan dapat terjawab.
Hidup didunia fana ini adalah untuk menjalani karma, membayar hutang-hutang karma hingga lunas dan sesudahnya barulah kita dapat menikmati kebahagiaan yang sesungguhnya. Oleh karena itu hendaknya kita selalu berbuat kasih terhadap semua mahluk dalam semesta ini, agar tidak membuat hutang karma yang baru lagi.
Sedih yang teramat dalam, tatapan mata yang kosong kehilangan harapan, itulah yang turut kurasakan saat itu. Kemudian kudekati Bapak itu, kupeluk dia seraya berdo'a, semoga Tuhan memberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan yang amat berat ini, semoga dia dapat menjalani sisa-sisa hidupnya, dengan penuh kasih bersama cucu-cucunya tercinta.
Semoga semua mahluk hidup terbebas dari deritanya, Om Shanti Shanti Shanti Om.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar