Senin, 17 Maret 2014

Kasih Mulia Seorang Pemimpin ( Cerita ke-2 )





Om Siwa Buddhaya Namah,

Sahabatku yang terkasih, pada masa mudanya sebelum mencapai Ke-Buddhaan, Sang Buddha Gautama adalah seorang pangeran di Kerajaan Kapilawastu, beliau bernama Pangeran Sidharta. Pangeran Sidhartha adalah seorang Pangeran yang gagah rupawan, cakap dalam berbagai ilmu pengetahuan termasuk dalam ilmu beladiri seperti ketangkasan berkuda, menggunakan pedang, tombak, panah serta berbagai senjata lainnya. Namun walaupun demikian beliau memiliki rasa kasih sayang yang amat tinggi. Beliau menyayangi semua orang, termasuk orang tua, orang sakit dan bahkan beliau juga menyayangi binatang serta semua mahluk hidup.
Pangeran Dewadatha  adalah salah seorang sepupu Beliau yang memiliki sifat yang amat berbeda. Pangeran Dewadatha memiliki tabiat yang buruk yaitu selalu iri, dengki serta kejam. Pada suatu hari Pangeran Dewadatha pergi berburu bersama teman-temannya. Dengan menggunakan panah, Pangeran Dewadatha berhasil memanah seekor burung, namun sayang burung tersebut berhasil terbang menyelamatkan diri walaupun dalam keadaan terluka. Melihat hal ini, Pangeran Dewadatha menjadi penasaran dan mengejar burung tersebut bersama teman-temannya.
Pada hari itu juga, kebetulan Pangeran Sidharta sedang berjalan-jalan di Taman dan  burung itu jatuh terkapar ditanah tepat didepan Sang Pangeran dalam keadaan terluka dan kesakitan karena terkena panah. Menyaksikan hal ini, tumbuh rasa kasih sayang Beliau dan langsung memungut burung tersebut hendak menolongnya. Pada saat itu pula datang Pangeran Dewadatha bersama teman-temannya, hendak memungut burung tersebut dan mengatakan bahwa burung tersebut adalah miliknya, karena dia yang memanahnya. Kemudian terjadilah perselisihan diantara kedua pangeran tersebut untuk mempertahankan hak milik terhadap burung tersebut. Karena tidak ada yang mengalah maka kedua pangeran tersebut bersepakat untuk membawa permasalahan ini ke persidangan.
Didalam persidangan Para Brahmana Kerajaan, terjadi perdebatan yang sangat a lot, ada yang mengatakan bahwa burung tersebut adalah milik Pangeran Dewadatha karena dia yang memanahnya, namun ada pula yang mengatakan bahwa burung tersebut adalah milik Pangeran Sidharta. Namun salah seorang Brahmana muda yang bernama Kondanna dengan tegas mengatakan bahwa,” Kehidupan adalah milik dari orang yang menyelamatkannya. Karena burung tersebut masih hidup dan diselamatkan oleh Pangeran Sidharta maka burung tersebut adalah milik Pangeran Sidharta”. Akhirnya para Brahmana sepakat dan memutuskan bahwa burung tersebut adalah millik Pangeran Sidharta.
Sejak saat itu Pangeran Sidharta merawat burung tersebut dengan penuh kasih sayang. Perlahan-lahan luka pada sayap burung tersebut menjadi sembuh dan keadaanya menjadi pulih kembali. Kemudian oleh Sang Pangeran, burung tersebut dilatih terbang sampai dia dapat terbang dengan baik dan setelah itu Sang Pangeran melepaskannya ke udara hingga dia dapat menikmati kebebasan, terbang mengitari langit biru.
Demikian sekilas kisah dari Pangeran Sidharta, semoga kasih dapat tumbuh di hati kita, semoga semua mahluk hidup berbahagia, Om Shanti Shanti Shanti Om.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar