Om Siwa Buddhaya Namah,
Kemakmuran adalah senyum bersama dalam keberhasilan. Detik demi detik, menit demi menit, hari demi hari yang terlewati, dalam kucuran keringat yang membasahi bumi pertiwi, bagai pupuk subur untuk tanah ini, persembahan dari Wong Cilik untuk Raja Agung negeri ini.
Bagaikan hutan melindungi Sang Raja Hutan, begitu pula sebaliknya Sang Raja melindungi hutan, harmoni alam ini adalah kemakmuran yang sesungguhnya, dari hati ke hati, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.
Semoga semua mahluk hidup tidak kehilangan kebahagiaan yang sepatutnya mereka peroleh.
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Kamis, 07 Juni 2012
Om Siwa Buddhaya Namah,
Untuk Yang Mulia Guru Suci,
Senyum damai terpancar dari aura penuh kasih, bagai dalam kesatuan hitam, putih serta Merah dalam Tridatu nan keramat, dalam genggaman sakti, dalam belaian kasih suci, tebarkan kebahagiaan dalam persaudaraan.
Bagaikan hujan turun ditanah yang gersang, sirami hati dengan cinta, yang selama ini tertutup debu hitam pekat, kini terbuka tabir gelap dalam seberkas sinar surya, terangi lorong-lorong hati menuju jiwa dalam semangat, " Semua Hidup Bersaudara".
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Untuk Yang Mulia Guru Suci,
Senyum damai terpancar dari aura penuh kasih, bagai dalam kesatuan hitam, putih serta Merah dalam Tridatu nan keramat, dalam genggaman sakti, dalam belaian kasih suci, tebarkan kebahagiaan dalam persaudaraan.
Bagaikan hujan turun ditanah yang gersang, sirami hati dengan cinta, yang selama ini tertutup debu hitam pekat, kini terbuka tabir gelap dalam seberkas sinar surya, terangi lorong-lorong hati menuju jiwa dalam semangat, " Semua Hidup Bersaudara".
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Om Namo Buddhaya,
Buddha telah terbangun dari Peraduan-Nya, tersenyum dan menyapa, "Namo Amitabha", sambil memandangi putra-putranya dengan senyuman penuh kasih. "Marilah anakku, marilah mendekat", demikian Sabda Beliau dalam nada penuh kedamaian.
Sembah sujud bakti hamba pada-Mu Buddha yang Agung, hamba bersujud penuh keikhlasan pada Kaki-Padmamu yang Agung.
Namo Amitabha, Namo Amitabha, Namo Amitabha.
Buddha telah terbangun dari Peraduan-Nya, tersenyum dan menyapa, "Namo Amitabha", sambil memandangi putra-putranya dengan senyuman penuh kasih. "Marilah anakku, marilah mendekat", demikian Sabda Beliau dalam nada penuh kedamaian.
Sembah sujud bakti hamba pada-Mu Buddha yang Agung, hamba bersujud penuh keikhlasan pada Kaki-Padmamu yang Agung.
Namo Amitabha, Namo Amitabha, Namo Amitabha.
Rabu, 06 Juni 2012
Om Siwa Buddhaya Namah,
Seorang petani tua renta, menggendong cangkul dipundaknya, berjalan menyusuri pematang sawah, diantara bulir-bulir padi yang sedang menguning. Bulir-bulir padi yang mengisyaratkan kesejahteraan baginya. Namun kenyataan tidaklah demikian, hingga saat ini, disaat usianya sudah senja, dia hanya seorang buruh tani. Walaupun tenaga sudah terkuras habis, dia tetaplah seorang buruh tani.
Semoga semua mahluk hidup terbebas dari penderitaanya.
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Om Namah Siwaya,
Siwa Bhumi Mantram
Siwa Bhumi Mantram
Bumi adalah Siwa, Air adalah Siwa
Api dan Udara adalah Siwa
dan Langit adalah Siwa
Sembah sujud kepada Dewa Siwa nan Abadi
Dewa Siwa adalah Brahma
Wisnu dan juga Mahadewa
Dewa Siwa adalah Indra dan Waruna
Semoga selalu melindungi kita semua
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Om Siwa Buddhaya Namah,
Nyanyian-Nyanyian Dharma mengalun dari masa silam, karya agung Pujangga-Pujangga Suci. Bait-bait syair yang indah dengan irama begitu menyentuh hati, terhanyut, terbelai dalam nada-nada penuh kasih. Tersirat makna yang dalam begitu mulia, mengajak kita kembali pulang kerumah kita sendiri, rumah yang begitu sederhana namun membuat hati bahagia. Disana ada pagar cinta, disana ada halaman kasih sayang, Disana ada ruangan penuh rasa gembira dan disana ada atap keseimbangan bathin.
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Jumat, 01 Juni 2012
Om Siwa Buddhaya Namah,
Ibu, segala beban derita telah kau tanggung demi anakmu tercinta. Kini aku telah tumbuh dewasa dan mandiri. Setinggi-tingginya pujian untukmu Ibu. Demi Langit dan Bumi, kubasuh kakimu serta mohon ampunan atas segala kesalahanku padamu. Kubasuh seluruh tubuhku dengan air cucian kakimu, semoga restumu mengalir kesegenap jiwa dan ragaku.
Semoga semua mahluk hidup berbahagia,
Semoga semua mahluk hidup berbahagia,
Om Shanti Shanti Shanti Om.
Langganan:
Postingan (Atom)